Zaynisyah sebagai Representasi
Zaynisyah adalah representasi dari Siti Danisyah sebagai nama artisnya. Perpaduan nama saya pribadi dengan penyanyi Zayn Malik. Saya terinspirasi oleh beliau dan saya adalah penggemar beratnya. Maka dari itu, saya memadukan namanya.
Setelah melahirkan puisi dari usia belia, kini menjelajahi dunia suara. Saya dibantu oleh teknologi AI yang mendukung saya menghasilkan lagu. Ada rasa bahagia tersendiri setelah puisi saya menjadi lagu dengan berfokus pada salah satu genre kesukaan saya yaitu indie. Sebenernya saya juga ingin menjual puisi saya sebagai lagu, tapi saya tidak tahu wadahnya dan tidak memiliki relasi soal jual beli lagu. Mungkin jika ada yang berminat, saya akan membuka harga.
Dengan perkembangan zaman yang semakin maju, bukan hanya musisi yang bisa menciptakan lagu tapi orang awam seperti saya akhirnya bisa. Saya tidak perlu repot-repot menjual puisi saya karena saya dapat mengolahnya sendiri. Bukan bermaksud saya tidak menghargai musisi 'murni' tanpa AI, saya sangat menghargai dan saya ingin bisa seperti mereka. Apa daya, kemampuan saya terbatas. Mungkin peran saya lebih condong sebagai penyair atau penulis puisi.
Pada intinya, saling menghargai. Setiap manusia punya peran dan porsi sendiri-sendiri, harus bisa berkompromi dan berkompetisi dengan kemampuan masing-masing. Teknologi AI hanya sebagai alat yang membantu proses dan memudahkan manusia dalam berkreasi.
Saya pernah membaca yang intinya ingin memanfaatkan atau digantikan? Selagi bisa memanfaatkan, mempelajari, dan mempraktikkan, saya akan memanfaatkannya. Saya bukan seorang yang idealis setelah merasakan dunia yang sebenernya. Di dunia yang real, kita harus melihat dengan kacamata yang realistis. Teknologi ada untuk difungsikan, dimanfaatkan, dan digunakan sebagai alat bantu untuk proses agar lebih mudah, cepat, dan produktif. Alat pun tidak dapat berjalan dengan baik ketika penggunanya tidak terlalu mahir, pada akhirnya tergantung bagaimana cara pengguna mengolahnya. Syukur-syukur hasilnya baik, kalau buruk terus belajar. Lagi pula di dunia ini tempatnya belajar jadi kalau salah wajar.
So, tetap mengulik, mengeksplorasi, dan belajar di manapun, kapanpun, siapapun, dan apapun karena dunia memang tempatnya belajar.
Semoga hal-hal baik selalu menyertai...
Komentar
Posting Komentar